Cerita sex edisi 22 Ngentot Wanita Berjilbab - CERITA SEX EDISI 22

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Monday, July 23, 2018

Cerita sex edisi 22 Ngentot Wanita Berjilbab

Cerita sex edisi 22 Ngentot Wanita Berjilbab


ISTANDOMINO.NET__Siang itu aku berhenti di depan sebuah warung kecil, Mau beli rokok baru sekali ini aku ke warung ini seperti aku bilang tadi aku mau rokok biasanya dipajang di bagian depan warung, saat itulah kulihat seorang perempuan tengah nungging membelakangiku, Kelihatannya ia sedang menata barang dagangan.
Kalian pasti membayangkan aku melihat paha yang tersingkap dibalik rok jangan keliru dulu yang kulihat justru perempuan dengan busana serba tertutup.Ia pakai gamis panjang sampai mata kaki tetapi justru itu menariknya perempuan ini memakai gamis dari bahan halus berwarna biru muda kelihatan juga ia berjilbab biru tua.

Jilbabnya panjang ujungnya sampai kepinggulnya pada posisi menungging gitu bagian muka jilbab dibawah lengannya terlihat tonjolan teteknya lumayan gede juga yang pertama menarik perhatianku justru bokongnya dari belakang terlihat bundar, Dibundaran itulah terlihat cetakan garis celana dalamnya entah mengapa aku jadi tertarik mengamati terus gerakan bokong perempuan itu sekitar lima menit akau menatap bokong itu, Yang terlihat dimataku ini bercampur dengan imajinasi bokong telanjang  tambah parah lagi karena sekali perempuan itu menggaruk pantatnya tanpa sadar ada yang mengawasi. Tanganku rasanya gatal ingin mengelus dan meremas pantat bundar itu. Akhirnya perempuan itu menyadari kehadiranku ia menoleh ke belakang dan terkejut.

'' Eh....mau beli apa pak? katanya ditengah keterkejutannya. Aku lebih terkejut lagi ternyata perempuan ini sangat cantik usianya memang tak muda lagi mungkin sudah sekitar tiga puluh tahunan tapi wajahnya itu lho yang bikin aku nggak bosan memandangnya putih amat putih malah, bersih dan lembut...aku berlagak mencari-cari barang sambil terus menerus mencuri kesempatan memandang wajahnya, Sesekali kuajak ngobrol dia suaranya juga lembut selembut wajahnya pikiranku mulai ngeres membayangkan rintihanny aketika memeknya tembus kontolku.

Dari ngobrol itulah kutahu bahwa dia seorang ibu dengan tiga anak yang paling besar baru kelas 5 SD kaget juga aku waktu tahu dia sudah punya 3 anak, Menurutku dia bahkan  pantas jadi mahsiswi semester I , suaminya kerja dan baru pulang sore anak-anaknya sedang sekolah
'' Jadi sendirian nih mbak ?'' komentarku keceplosan saking excitednya
'' Iya,pak sebentar lagi juga anak2 sudah pulang,'' jawabnya tanpa curiga
Aku masih asyik dengan bayangan tubuh telanjangnya ketika ide jahat melintas begitu saja.itu terjadi ketika kulihat sebilah pisau dagangan yang dipajang,Cepat sekali itu terjadi aku asal saja mengambil barang-barang dan kutaruh di meja kasir di dihadapannya.

'' Aduh,Mbak...saya kok kebelet pipis bisa numpang kebelakang nggak?'' kataku, mulai menjalakan rencana jahatku
'' Eh...gimana ya...?'' katanya ragu, Aku tahu ia ragu karena ia sendirian dirumah
'' Gimana nih...udah nggak tahan,mbak'' kataku sambil demonstratif meremas selangkangku dihadapanya , kulihat wajahnya merah
'' Eh.. tapi tunggu sebenar ya..kamar mandinya berantakan saya rapikan sebentar'', sahutnya sambil bergegas kedalam.
Aku langsung menutup pintu warung dan menguncinya lalu kuambil pisau dan menyusul perempuan tadi,sekilas kulihat ia keluar dari kamar mandi dan menaruh BH ke mesin cuci
'' Gimana? dah nggak tahan nih'' kataku AGEN DOMINO lagi sambil meremas selangkangku dan melangkah ke arahnya. Ibu muda itu kelihatan jengah karena melihatku ada didalam rumah.
'' Eh...sudah silakan,'' katanya dengan wajah menunduk karena menunduk itu ia kaget betul waktu aku berhenti di depanya, Ia kaget betul waktu aku berhenti didepanya ia mengangkat wajahny adan sekita terlihat pucat waktu kuacungkan pisau ke arah perutnya.
'' Angkat tangan dan jangan melawan!'' kataku stengah berbisik, ia nampak ketakutan betul tangannya segera terangkat. kusuruh ia berbalik menghadap tembok kedua tangannya kemudian kuturunkan dan kuikat dengan BH yang kuambil dari mesin cuci,lalu kuputar tubuhny ahingga menghadapku.

'' Jangan...tolong, jangan apa-apakan saya...'' katanya dengan suara gemetar
'' jangan takut, saya cuma mau senang-senang sedikit'' kataku sambil menjulurkan tangan ke dada kananya yang tertutup lebar. Ibu muda ini memekik kecil. wow...teteknya terasa kenyal dan mantap.
'' Kamu nggak pake BH ya?'' kataku sambil mencubit putingnya dari luar jilbab ia terus menggeliat-liat '' Siapa namamu ?'' kataku sambil memencet putingnya agak keras
'' aduh...aduh...lestari...aduh...,jangan keras-keras..'' ia merintih-rintih, ku lepaskan jepitanku pada putingnya, Tetapi kini tanganku mulai merayap keperutnya yang ramping. Terus kepusarnya dan akhirnya berhenti di selangkangannya kuremas-remas gundukan memeknya.
'' ohhh...jangan...jangan ...'' Lestari mengeliat-geliat.
'' Jangan takut mbak...saya cuma mau main-main sebentar'' kataku lalu berlutut dihadapannya.
Tanganku kemudian masuk ke balik gamisnya.menyusuri kulit tungkainya yang mulus lalu perlahan kutarik turun celana dalamnya perempuan itu mulai terisak apalagi kini kupaksa kedua kakinya merenggang,kuangkat bagian bawah gamisnya sampai kepingang.

wooowww...indah sekali memeknya mulus tanpa rambut gemuk dan celahnya terlihat rapat tak sabar kucium memek cantik itu...Lestari terisak memohon-mohon agar aku melepaskannya ia pun menggeliat-geliat menghindar, Tetapi mulutku sudah begitu lekat dengan pangkal pahanya kujilati sekujur permukaan memeknya sampai basah kuyup. Lidahku pun berusaha menerobos di antara celah memeknya agak sulit pada posisi seperti itu maka kugandeng lestari kekamarnya. Setengah kubanting tubuhnya ke atas ranjangnya sendiri. Ibu muda itu menjerit-jerit kecil ketika dengan kasar kucabik-cabik gamisnya dengan pisau sampai akhirnya tak ada sehelai kainpun kecuali jibabnya,
Kupandangi tubuhnya yang mulus itu teteknya berguncang-guncang ia menangis. dengan penuh nafsu kucengkeram kedua teteknya dengan kedua tanganku,lalu kucium kedua putingnya sesekali kugigit-gigit benda mungil itu '' jangan berteriak keras-keras ya cukup mendesah-desah saja, kalau mbak lestari berteriak terlalu keras aku bisa marah dan kupotong puting kanannya,menariknya ke atas dan menempelkan mata pisau kesisinya.Lestari nampak ketakutan dan menggigit-gigit bibirnya.

Aku kemudian melorot turun wajahku tepat di hadapan selangkangannya kuangakt paha perempuan itu hingga terentang lebar lalu kudorong ke arah tubuhnya kini tubuhnya melengkung dan pangkal pahanya terangkat kearah wajahnya perlahan lidahku menjilat alur lubang memeknya dari bawah ke atas.'' Eunggghhh...'' terdengar lestari mengerang tak sabar aku menguakkan bibir memeknya denagn jemariku lebar-lebar sampai terlihat bagian dalam lubang memeknya yang pink dan lembab,jantungku berdegup kencang baru kali ini aku melihat dari dekat bagian dalam lubang memek selain istriku lebih berdebar lagi karena memk yang satu ini milik seorang perempua alim berjilbab lebar ! Antara degub jantung dan dorongan gairah itu kujulurkan lidahku sejauh-jauhnya kelorong itu soal rasa tidak penting kuceritakan, Tetapi sensasinya itu yan luar biasa tubuh lestari bergetar hebat diiringi erangan dari mulutnya, Hampir tak henti-henti ia meratap-ratap diiringi isaknya.

'' Jangan...jangan..ouhhhh..jangan...'' ratapnya makin menjadi -jadi saat lidahku menyerang klitorisnya kulirik lestari memejamkan mata dan mengigit bibirnya kepalanya mengeleng-geleng kutusukkan dua jariku dan mengaduk-aduk memeknya akibatnya lebih hebat lagi lestari merintih-rintih dengan suara yang mirip seperti suara istriku menjelang orgasme, Memeknya terasa amat basah kugerakkan jari kumakin cepat. Lalu, kusedot-sedot AGEN POKER klitorisnya. Tiba-tiba, Lestari mengerang panjang dan kedua pahanya mengatup hingga menjepit kepalaku. Tubuhnya mengejang-ngejang. Saat itulah kugigit bibir memeknya dengan gemas. Terdengar Lestari memekik kesakitan. Dari gelinjang kenikmatan, ia kini meronta-ronta kesakitan, berusaha menjauhkan pangkal pahanya dari gigitanku.
“Sakit….sakit, aduh… sakit… lepaskan….” rintihnya memelas.
Aku lepaskan gigitanku lalu kedua lututku menekan pahanya hingga mengangkang. Terlihat bekas gigitanku di memeknya. Tetapi bibir memeknya memang terlihat mengkilap oleh cairan memeknya sendiri.
“Kamu suka ya diperkosa ?” kataku sambil kali ini menusukkan tiga jari ke memeknya yang basah.
Orgasme Lestari tadi rupanya tertunda. Buktinya, ketika tiga jariku menusuk memeknya, otot-ototnya langsung bereaksi seperti meremas ketiga jariku. Ibu muda itu pun mengerang dan merintih….
“Ouuhhhh… jangannnhhh…aihhhh….oummmmhhhh…” desahannya makin menjadi ketika bibirku menangkap puting kanannya dan menghisapnya kuat-kuat.
Aku tahu perempuan ini orgasme saat mendengar rintihannya. Sangat mirip rintihan istriku ketika orgasme. Otot-otot memeknya juga mencengkeram tiga jariku sementara pinggulnya bergerak tak terkontrol. Kupandangi wajah sayu Lestari dengan penuh nafsu. Dia menggigit bibirnya sendiri. Matanya terpejam. Tiga jariku masih menusuk memeknya yang terlihat amat becek. Tubuh telanjang ibu muda berjilbab ini terlihat bergetar menahan sisa-sisa orgasmenya. Sampai akhirnya, Lestari benar-benar terkapar lunglai. Kedua tangannya masih terikat di belakang punggung, mengganjal pantatnya sehingga bagian pinggulnya mendongak ke atas. Tubuhnya bermandi peluh. Kedua pahanya mengangkang lebar. Kutarik keluar tiga jariku, kunikmati pemandangan lubang memeknya yang membentuk huruf O dan perlahan mengatup kembali.
“Ok… sekarang giliranku,” kataku sambil menempatkan diri di tengah pahanya yang mengangkang.
Lestari cuma bisa menggeleng lemah saat kepala kontolku mulai menyusup di celah memeknya. Kupaksa ia mengulum tiga jariku yang berlumur lendir dari memeknya sendiri.
“Kamu belum pernah menjilat memekmu sendiri kan ?” kataku.
Lestari terisak-isak sambil mengulum tiga jariku yang berlumur lendir kemaluannya sendiri. Terlihat keningnya berkerut. Kepala kontolku sudah terjepit di mulut lubang memeknya yang terasa sangat basah. Aku ingin memberinya sedikit kejutan. Tanpa peringatan sama sekali, langsung kuhentakkan kontolku jauh sampai ke dasar memeknya. Kontolku terasa menerobos lorong sempit yang berlendir. Suara benturan biji pelirku dengan pangkal pahanya terdengar cukup keras. Reaksi Lestari juga luar biasa. Kedua matanya tiba-tiba membelalak. Kalau saja mulutnya tidak sedang mengulum jariku, mungkin dari mulutnya akan terdengar jeritan. Tetapi kini yang terdengar hanya gumaman tak jelas. Bahkan, jariku terasa agak sakit karena digigit ibu muda ini. Tetapi yang jelas, kontolku kini terasa seperti diremas-remas oleh otot-otot memek perempuan berjilbab lebar ini. Luar biasa…




No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here